Biasakan Mengonsumsi Lauk Pauk Berprotein Tinggi

Source : Unsplash.com and Freepik.com

Biasakan Mengonsumsi Lauk Pauk Berprotein Tinggi

Lauk pauk terbagi menjadi dua sumber protein, yaitu hewani dan nabati. Protein hewani meliputi daging ruminansia (sapi, kambing, rusa), daging unggas (ayam, bebek), ikan dan seafood, telur, serta susu dan hasil olahannya. Sementara protein nabati berasal dari kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti kedelai, tahu, tempe, kacang hijau, dan lain-lain.

source : lottiefiles.com


Meskipun sama-sama menyediakan protein, kedua kelompok pangan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Protein hewani unggul dalam kandungan asam amino yang lengkap dan mutu zat gizi seperti protein, vitamin, dan mineral. Protein hewani juga lebih mudah diserap tubuh. Namun, protein hewani biasanya tinggi kolesterol (kecuali ikan) dan lemak, terutama lemak jenuh yang berasal dari daging dan unggas.


Protein nabati, di sisi lain, memiliki keunggulan kandungan lemak tidak jenuh yang lebih banyak. Selain itu, protein nabati mengandung isoflavon, sejenis fitokimia yang berfungsi mirip hormon estrogen, antioksidan, dan anti-kolesterol. Konsumsi kedelai dan tempe bahkan terbukti dapat menurunkan kolesterol dan meningkatkan sensitifitas insulin, sehingga dapat mengendalikan kadar kolesterol dan gula darah. Namun, kualitas protein dan mineral yang dikandung protein nabati lebih rendah dibanding protein hewani. Untuk mewujudkan Gizi Seimbang, kedua kelompok pangan ini perlu dikonsumsi bersama setiap hari.





Gizbiku @ 2024